Adapun kemunculan api tersebut dipicu karena tumpukan batu bara di bawah gunung. Api tersebut kemudian merayap melalui batu bara dengan kecepatan 1 meter per tahun.
Perkiraan usianya diperoleh dengan cara mengukur jalur api yang membentang sekitar 6,5 kilometer dan laju kebakarannya. Sampai saat ini sebenarnya tidak ada yang mengetahui pasti kapan fenomena ini dumulai.
Selain itu tidak diketahui juga bagaimana proses awal terbentuknya api ini. Beberapa dugaan terkuat menyebutkan bahwa sambaran petir atau api semak yang besar merupakan hal yang memulai fenomena ini. Jadi kemungkinan besar asalnya bukan dari perbuatan manusia.
Proresor Rein yang mengunjungi Burning Mountain mengatakan bahwa panas yang keluar dari api itu membuat area seluas 50 meter di sekitar puncaknya tidak ada tumbuhan apapun.
Fenomena serupa juga telah ditemukan di beberapa negara lain. Misalnya, kebakaran tambang Centralia di Pennsylvania yang terbentuk secara tidak sengaja tahun 1962. Apinya masih menyala hingga hari ini dan diperkirakan bertahan hingga ratusan tahun lagi.
(Martin Bagya Kertiyasa)