Toyota Kena Masalah Lagi, 2,15 Juta Data Kendaraan Pelanggan Diduga Bocor

Wahyu Sibarani, Jurnalis
Jum'at 12 Mei 2023 22:21 WIB
Ilustrasi. (Foto: Toyota Connect)
Share :

JAKARTA – Usai terkait dengan kasus uji tabrak Daihatsu, Toyota kembali terkena masalah baru. Sebanyak 2,15 juta data kendaraan pelanggan Toyota diduga telah bocor.

Dikutip dari reuters, data yang diduga bocor tersebut adalah yang berhasil dikumpulkan pada periode 2012 hingga April 2023.

Kebocoran data ini dianggap sebagai sesuatu yang serius mengingat saat ini Toyota berupaya bertransformasi menjadi perusahaan otomotif yang mengandalkan konektivitas.

Perubahan konsep itu membutuhkan data kendaraan yang terlindungi untuk mendukung produksi kendaraan otonom dan fitur-fitur yang berkaitan dengan kecerdasan buatan.

Kebocoran data kendaraan diduga terjadi karena kesalahan pengaturan pada sistem cloud milik Toyota. Kebocoran data itu diyakini berisi data-data seperti lokasi kendaraan dan nomor identifikasi perangkat.

“Insiden ini terjadi karena adanya human error yang menyebabkan pengaturan di sistem yang jadi terbuka bukan tertutup,” sebut juru bicara Toyota dikutip Reuters.

Pihak Toyota mengklaim, hingga kini memang belum ada laporan pengguna yang dirugikan akibat kebocoran data kendaraan itu.

Mereka mengatakan kustomer yang mengalami kebocoran data kendaraan adalah mereka yang telah melakukan registrasi pada sistem jaringan buatan Toyota atau T-Connect.

Termasuk juga kustomer yang menggunakan layananan G-Link. Layanan tersebut diberikan kepada kustomer premium Lexus yang bisa memberikan banyak kemudahan seperti bantuan penting saat mengalami kesulitan di jalan.

Karena persoalan ini, Toyota bakal memperkenalkan sistem baru yang memungkinkan untuk mengaudit dan mengawasi cloud yang mereka berikan kepada konsumen secara berkesinambungan.

Akses luar ke data Toyota telah ditutup. Toyota juga sedang menyelidiki semua lingkungan cloud yang dikelola Toyota Connected Corp. Diharapkan upaya itu bisa mencegah terjadinya kebocoran data seperti sekarang. 

Toyota juga mengaku telah mengontak Japan's Personal Information Protection Comission mengenai kesalahan tersebut. Hanya saja komisi itu menolak berkomentar mengenai kejadian Toyota.

(Citra Dara Vresti Trisna)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya