Penggunaan VAR secara hakikatnya menjadi refleksi terhadap pembinaan wasit di tanah air. Ketegasan dalam mengambil keputusan, sikap integritas, hingga kebijakan fairness di lapangan, sebenarnya bisa memberikan kenyamanan kepada pemain sepakbola dalam bertanding.
Sayangnya, hal tersebut tercoreng oleh ulah oknum wasit yang hanya ingin mementingkan dirinya sendiri. Banyak faktor dan tekanan wasit dalam menjalankan tugasnya, perlu juga menjadi perhatian PSSI dalam setiap pertandingan.
Diperlukan hal penunjang lainnya yang dapat 'menjaga' marwah para wasit untuk bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya. Sehingga ke depannya, VAR hanya digunakan sebagai alat pendukung bukan menjadi alat utama untuk menentukan kebijakan di setiap pertandingan.
(Kemas Irawan Nurrachman)