Boto jantan dikenal sering berkelahi. Kulit mereka bisa berubah menjadi warna pink karena tubuh mereka menumpuk bekas luka dari perkelahian tersebut. Hal ini juga menjelaskan mengapa kulit boto semakin pink seiring bertambahnya usia.
Ilmuwan lain percaya bahwa warna pink pada kulit boto adalah untuk membantu bersembunyi dari predator. Lagipula, lumpur di dasar hutan hujan yang tergenang air sering kali berwarna kemerahan.
Masuk akal jika boto berevolusi dengan mengembangkan kulit berwarna pink sebagai upaya untuk berbaur.
Lumba-lumba sungai Amazone cenderung memiliki sifat yang sangat pemalu. Hal ini membuat para ahli sulit untuk mengetahui jumlah mereka di alam liar.
Namun, ketika boto menunjukkan ketertarikan pada manusia, mereka sangat ramah. Mereka kadang-kadang diketahui bermain dengan anak-anak di perairan dangkal.
(Andera Wiyakintra)