“Kematian ikan ini terkait dengan rendahnya kadar oksigen di dalam air (hipoksia) saat air banjir surut,” kata juru bicara Department of Primary Industries (DPI), dikutip dari Science Alert.
Dia menambahkan, cuaca panas yang saat ini terjadi di wilayah tersebut membuat keadaan semakin parah. Hal ini bisa memperburuk hipoksia karena air yang hangat mengandung lebih sedikit kadar oksigen daripada air dingin. Ikan butuh oksigen lebih yang lebih tinggi pada saat air menghangat.
Sebelumnya, peristiwa yang hampir mirip terjadi di Menindee. Ikan yang mati disebabkan kurangnya air di sungai karena kekeringan yang berkepanjangan dan mekarnya ganggang beracun yang membentang lebih hingga 40 kilometer.
Menindee merupakan sebuah wilayah kecil yang memiliki populasi sekitar 500 orang. Lokasi ini telah dilanda kekeringan dan banjir dalam beberapa tahun terakhir.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)