Facebook sempat meluncurkan layanan berumur pendek yang disebut Beacon pada tahun 2007. Ini memungkinkan teman anggota melihat produk apa yang telah mereka beli dari perusahaan yang bergabung dengan Facebook.
Namun layanan tersebut tampaknya gagal karena banyak anggota merasa itu melanggar privasi mereka. Memang, survei konsumen tahun 2010 menempatkan Facebook di 5% terbawah perusahaan dalam kepuasan pelanggan, terutama masalah pelanggaran privasi.
Pada tahun 2008, Facebook telah melampaui Myspace sebagai situs media sosial yang paling banyak dikunjungi. Dengan diperkenalkannya Live Feed, perusahaan juga mengambil langkah kompetitif menyaingi populernya Twitter.
Mirip dengan aliran posting pengguna Twitter, fitur Live Feed mendorong postingan dari teman secara otomatis ke beranda anggota.
Pada tahun 2009 pengembang perangkat lunak menghasilkan pendapatan sekitar USD500 juta untuk diri mereka sendiri melalui Facebook.
Perusahaan juga memperoleh pendapatan dari pengembang melalui pembayaran produk virtual atau digital yang dijual melalui aplikasi pihak ketiga.
Tahun 2011 pembayaran dari salah satu perusahaan tersebut, Zynga Inc, pengembang game online, menyumbang 12% dari pendapatan perusahaan.
Facebook akhirnya mengajukan diri menjadi perusahaan publik pada Februari 2012. Initial Public Offering (IPO) pada bulan Mei telah mengumpulkan USD16 miliar dan memberikannya nilai pasar sebesar USD102,4 miliar. Pada akhir hari pertama perdagangan saham, kepemilikan Zuckerberg diperkirakan lebih dari USD 19 miliar.
Perjalanan Facebook terus berlanjut. Akhirnya Oktober 2021 Facebook mengumumkan akan mengubah nama perusahaan induknya menjadi Meta Platforms.
Perubahan nama mencerminkan penekanan pada “metaverse” di mana pengguna akan berinteraksi dalam lingkungan realitas virtual.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)