Ada banyak cara bagi penjahat untuk bisa menguasai smartphone korban. Salah satu metode terbaru adalah dengan mencuri kata sandi smartphone pengguna sebelum akhirnya mereka mencuri smartphone secara fisik.
Metode kejahatan ini menargetkan para pengguna iPhone. Joanna Stern dari The Wall Street Journal melaporkan serentetan pencurian iPhone dengan metode baru ini biasanya dilancarkan di ruang publik seperti bar.
Seperti dihimpun dari TechSpot, Joanna menyebut bahwa penjahat akan bekerja secara berkelompok. Mereka akan berpura-pura bergaul dengan korban dan meminta mereka membuka aplikasi tertentu.
Ketika si korban membuka iPhone-nya, para penjahat akan menghafal atau merekam gerakan jemari korban untuk mengetahui kata sandi smartphone mereka. Begitu mereka memiliki kodenya, iPhone akan dicuri dan semua isinya dapat diakses.
Joanna menambahkan, tidak semua kejahatan terjadi seperti ini. Beberapa korban diserang secara fisik dan dipaksa menyerahkan iPhone dan kode sandi mereka, bahkan ada beberapa korban yang dibius hingga tak sadarkan diri.
Ketika si penjahat sudah menguasai smartphone dan kata sandi korban, mereka akan leluasa mengakses smartphone korban termasuk untuk mem-bypass TouchID atau FaceID. Pencuri dapat menggunakan kode untuk mengatur ulang kata sandi Apple ID seseorang.
Mereka juga dapat mematikan fitur Find My iPhone, mencegahnya ditemukan atau seseorang menghapus data dan konten korban melalui iCloud. Informasi kontak Apple ID juga dapat diubah dan kunci pemulihan bisa disetting ulang.