Ekspansi Putera Mulya semakin agresif dengan mendatangkan 12 armada baru, pada 2017. Namun kondisi itu berubah ketika PO bus ini harus kehilangan Kurnia Lesani Adnan yang memutuskan mundur dari kursi komisaris Putera Mulya pada 2019.
Kondisi manajemen PO bus itu memburuk ketika Glen Adiprana Widodo meninggal dunia pada 2021. Imbasnya, Timur Terang Transindo cabut dari kolaborasinya dengan Putera Mulya.
PO Putera Mulya sempat menjajal rute Jakarta-Malang di era pandemi COVID-19, namun tak cukup kuat untuk bertahan. Dengan alasan efisiensi, mereka menjual beberapa armada, termasuk empat bus double decker.*
(Siska Maria Eviline)