Misalnya, beberapa bot mungkin mencoba memindai situs web untuk mencuri alamat email atau kata sandi. Jika membahas satu-satu tindakan kejahatan yang bisa dilakukan bot, tentu tidak akan ada habisnya.
Untuk melawan bot, CAPTCHA pertama ditemukan pada tahun 1997 oleh Mark D. Lillibridge, Martin Abadi, Krishna Bharat, dan Andrei Z. Broder.
Gagasan di balik CAPTCHA adalah membuat suatu tugas yang hanya dapat diselesaikan oleh manusia. Misalnya, gambar CAPTCHA biasa tidak bisa dilihat, ditafsirkan, dan diketik ulang ke dalam form oleh bot biasa.
Dilansir dari Wonderopolis, saat ini CAPTCHA dapat ditemukan di lebih dari 3,5 juta situs web di seluruh dunia. Setiap hari, manusia berhasil menyelesaikan CAPTCHA lebih dari 300 juta kali.
Sayangnya, pembuat bot dan bot ciptaannya mengembangkan teknologi baru, seperti Optical Character Recognition (OCR), yang memungkinkan bot bisa sesekali memecahkan CAPTCHA. Saat teknologi baru ini berkembang, pembuat CAPTCHA harus memutar otak untuk melawan bot.
(Andera Wiyakintra)