Masing-masing tempat tidur dibekali dengan bantal, selimut, TV 14 inci, Wi-Fi, sandal, hingga makan malam. Sayang, dalam perjalanannya banyak pihak yang mempermasalahkan soal keamanan dan perizinan sleeper class ini.
Sejarah PO Brilian. (Foto: Instagram/@praditawahyuprasetio026)
Pada 2017, perusahaan otobus ini menghentikan operasi sleeper class karena tersandung masalah perizinan. Meski begitu, PO bus yang tercatat sebagai pelopor sleeper bus di Indonesia ini masih beroperasi dan fokus di perjalanan wisata. Demikian sejarah PO Brilian.*
(Siska Maria Eviline)