JAKARTA – Beberapa waktu lalu, gempa bumi melanda sejumlah wilayah di Indonesia dan mengakibatkan kerusakan yang fatal. Selain menimpa rumah, gempa bumi juga dapat merenggut nyawa pengendara.
Bahaya yang dihadapi pengemudi saat terjadi gempa adalah longsor akibat guncangan keras dan tertimpa pohon tumbang. Oleh karena itu, para pengendara harus memiliki antisipasi untuk mengurangi dampak gempa saat mengemudi.
Meski ketika terjadi gempa, pengendara di dalam mobil tidak dapat merasakan, namun ada tanda yang dapat dilihat ketika terjadi gempa. Gejala yang terjadi adalah pohon bergoyang secara tidak wajar dan banyak orang berhamburan keluar di jalanan.
Jika sedang terjadi gempa, hal pertama yang harus dilakukan adalah menguasai diri dan tidak panik. Pengendara harus tetap fokus meski mobil bergoyang tanpa kendali.
Fokus mengemudi saat terjadi gempa membuat Anda sigap menghindari risiko tertimpa pohon dan sebisa mungkin menghindari gedung yang roboh atau tanah longsor.
Langkah berikutnya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi kecepatan secara perlahan dan jangan rem mendadak agar tidak membahayakan pengemudi lain.
Amati situasi di sekitar, jika sekiranya tidak ada bahaya yang mengancam, segera tancap gas dan mencari tempat tinggi dan terbuka untuk cek kondisi mobil. Tempat tinggi berfungsi untuk menjauhkan dari risiko banjir dan tsunami atau gempa susulan.
Nyalakan lampu hazard dan tunggu situasi kembali tenang dan pastikan penumpang dalam kondisi baik. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah tetap mengutamakan safety driving dan mengendalikan emosi agat tidak terjadi masalah baru.