Dengan akumulasi sedimen yang substansial, setidaknya setebal 900 meter yang menutupi ratusan ribu kilometer persegi. Tampaknya diukir oleh sungai yang menunjukkan bahwa kemungkinan besar delta sungai yang terkikis atau sabuk saluran yang diukir di dasar laut.
“Di Bumi kami memetakan sejarah saluran air dengan melihat sedimen yang diendapkan dari waktu ke waktu yang disebut stratigrafi. Metode ini kami gunakan juga di Mars,” jelas Cardenas.
Para peneliti melihat ada banyak tanda-tanda bahwa kemungkinan air pernah melimpah di planet Mars. Akibat hal inilah penelitian masih terus berlanjut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang asal munculnya air itu dan apa penyebabnya.
Oleh karena itu, untuk mengungkap adanya kehidupan di Mars, yaitu jejak samudera yang ada di Mars, tim menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh Survei Geologi Amerika Serikat untuk memetakan data dari NASA dan Mars Orbiter Laser Altimeter.
(Ahmad Muhajir)