Penelitian berbeda, yang dilakukan Rasmusson dan Turnbull, mencoba mengungkap sistem syaraf lambat pada rakun dengan melibatkan 136 ekor rakun dan kaki depannya.
Hasilnya, peneliti menemukan jika dengan membasahi kulit, kemampuan syaraf dalam menangkap rangsang sentuhan akan meningkat.
Ketika rakun menunjukkan ritual mencelup atau membasahi makanan, air yang terdapat pada kaki-kakinya akan mampu membangkitkan syaraf pada kaki depannya.
Selanjutnya, akan memberikan pengalaman taktil atau sentuhan yang lebih jelas, serta informasi yang lebih rinci mengenai apa yang mereka akan makan.
Kemampuan ini muncul mengingat dalam hal penglihatan rakun kurang tajam di siang hari.
Jadi, perilaku rakun yang akan menyuci makanannya dulu sebelum disantap bukanlah suatu keanehan seperti anggapan-anggapan yang beredar.
Meski demikian, rakun memiliki nama ilmiah yang tidak jauh-jauh dari kebiasaannya mencuci makanan, yakni Procyon lotor, bila diartikan memiliki makna “beruang yang mencuci."
(Ahmad Muhajir)