Mengapa Pesawat Bisa Terbang? Padahal Ada Gravitasi yang Bikin Benda Jatuh

Angeltika Clara Sinaga, Jurnalis
Kamis 20 Oktober 2022 13:14 WIB
Mengapa pesawat bisa terbang? Padahal ada gravitasi yang bikin benda jatuh (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Seharusnya, semua benda yang ada di Bumi akan jatuh ke permukaan akibat adanya gaya gravitasi. Lantas, apa yang membuat pesawat yang besar dapat terbang di udara?

Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Kamis (20/10/2022), pesawat yang pertama kali berhasil terbang merupakan karya dari tangan dua bersaudara, Wilbur dan Orville Wright.

Dibandingkan dengan baling-baling, paralayang, pesawat kertas atau benda terbang lainnya, pesawat terbang berbahan metal ini termasuk benda yang sangat berat.

Contohnya, pesawat terbang Boeing 777-300 ER, sebuah pesawat terbang jumbo komersial yang beratnya mencapai sekitar 150 ton.

Menurut penelitian, pesawat bisa terbang karena ada gaya yang bekerja, yaitu gaya dorong yang mendorong pesawat ke depan.

Kemudian, gaya hambat yang arahnya ke belakang pesawat, gaya angkat untuk mengangkat ke atas, dan gaya gravitasi serta bobot benda yang mengarah ke bawah.

Tidak hanya itu, pesawat dapat terbang jika memiliki gaya dorong yang lebih besar dari gaya hambat, serta memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan gaya gravitasi dengan bobot benda. Kedua hal ini harus dimiliki oleh pesawat.

Pesawat bisa berfungsi karena adanya mesin jet yang bergerak maju ke depan dengan kecepatan tinggi, sehingga tekanan udara yang diciptakan dapat menggerakan pesawat untuk terbang melalui sayapnya.

Udara yang mengalir ini akan membentuk gaya dorong yang jauh lebih besar dibandingkan gaya hambat. Gaya dorong yang dihasilkan dari mesin tersebut akan membentuk gaya aerodinamis pada sayap pesawat, yang merupakan hukum Bernoulli.

Bentuk sayap pesawat harus sedikit melengkung agar memungkinkan bagian bawah pesawat terkena gaya yang lebih besar daripada bagian atasnya.

Selain itu, mesin pesawat juga berfungsi untuk menyedot udara dan mendorongnya ke belakang.

Semakin cepat pesawat bergerak naik, semakin besar pula perbedaan tekanan udara yang ada pada sayap. Dengan demikian, semakin besar pula daya angkat yang dihasilkan pesawat.

Sebuah pesawat dapat terbang dengan baik karena berhasil menyeimbangkan semua gaya yang memengaruhi sekitarnya. Dengan memanipulasi gaya (The Force), pesawat bisa mengontrol laju, ketinggian, dan gerakan.

(Ahmad Muhajir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya