JAKARTA - Serangan phishing terus berkembang setiap harinya dan versi terbarunya dilaporkan semakin canggih serta sangat berbahaya, di mana serangan menggunakan panggilan telepon untuk mendistribusikan malware dari jarak jauh.
Peneliti keamanan siber dari Trellix baru-baru ini melihat versi lanjutan dari gaya serangan panggilan balik yang jika berhasil dilakukan dapat menggasak habis uang korban, mengunci komputer mereka dengan ransomware, dan mencuri data sensitif.
Dilansir dari Tech Radar, Selasa (11/10/2022), phishing panggilan balik persis seperti namanya, yakni scammers akan memanggil korban kembali, dan memberikan pukulan terakhir melalui telepon.
Pertama-tama mereka akan mengirim email kepada korban dengan isi email terkait konfirmasi pembelian yang tidak pernah mereka lakukan, yang mencakup nomor telepon yang dapat digunakan orang tersebut untuk membatalkan pesanan.
Dari sinilah hacker akan menyerang, menggunakan panggilan telepon untuk memikat korban agar mengunduh perangkat lunak akses jarak jauh, dan kemudian menggunakan akses itu untuk menginstal malware, ransomware, atau virus lainnya.
Cara baru ini membawanya selangkah lebih maju. Ketika korban menghubungi nomor yang diberikan, orang di ujung sana mengklaim telah memeriksa database dan memberi tahu mereka bahwa email tersebut adalah spam.
Kemudian, mereka menyarankan bahwa komputer korban terinfeksi virus dan memberi tahu mereka bahwa akan ada spesialis teknis yang segera menghubungi mereka di kemudian hari.