5. Bulan Purnama
Mungkin Bulan yang satu ini menjadi Bulan yang paling sering disebutkan oleh kebanyakan orang.
Bulan ini memiliki nama lain Istiqbal, yakni kondisi di mana Matahari-Bumi-Bulan berada pada posisi segaris jika diamati lebih lanjut, dan Bulan berada pada posisi berlawanan dengan Matahari.
Bulan Purnama menjadi tanda perayaan bagi umat Hindu dan Buddha, perayaan yang keagamaannya seperti Holi dan Diwali atau Deepavali.
6. Bulan Susut
Bulan susut terjadi dikarenakan posisi Matahari-Bumi-Bulan membentuk sudut tumpul. Bulan susut terbit setelah Matahari terbenar hingga sebelum tengah malam.
Bulan besar kerap terlihat saat pagi hari di atas ufuk barat ketika Matahari masi diatas ufuk timur. Dinamai Bulan susut dikarenakan cahaya Matahari yang mengenai permukaan Bulan semakin menyusut atau berkurang.
7. Bulan Perbani Akhir
Bulan Perbani terjadi diakibatkan oleh Matahari-Bumi-Bulan membentuk sudut siku-siku. Bulan Perbani terbit pada tengah malam dan terbenam pada siang hari.
Bulan Perbani akhir menjadi pertanda masuknya fase paruh gelap dalam kalender Candrakala Sunda.
8. Bulan Sabit Akhir
Bulan sabit akhir terjadi saat Matahari-Bumi-Bulan membentuk sudut lancip. Bulan sabit awal terbit sebelum Matahari terbit dan tebenam saat sebelum Matahari terbenam.
Bulan sabit terinspirasi dari bentuknya yang menyerupai sabit atau arit yang digunakan manusia sehari-hari.
(Ahmad Muhajir)