Selama pengujian, dibuktikan bahwa pelapis ini mampu memperpanjang umur simpan alpukat sampai dengan 50 persen. Dengan adanya semprotan nabati, diharapkan dapat mengurangi masalah lingkungan.
“Saya tidak anti plastik, saya menentang plastik berbasis minyak bumi yang terus digunakan dan dibuang. Hanya sebagian kecil plastik yang dapat di daur ulang,” kata Philip Demokritou, direktur Nanoscience and Advanced Materials Research Center di Rutgers University.
Demokritou menjelaskan, 50 sampai dengan 60 tahun terakhir, sampah plastik telah mencapai 6 miliar ton.
Menurutnya, sampah plastik terdegradasi dan pecahannya berpengaruh kepada air yang kita minum, makanan yang dimakan, dan udara yang dihirup manusia.
(Ahmad Muhajir)