Jika dipahami kembali, sebenarnya Alquran pun telah membahas antara kebohongan dan ubun-ubun lewat kisah Abu Jahal.
"Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" (QS. Al-Alaq : 15-16).
Lantas, kenapa harus ubun-ubun, bukan bagian lain?
Melansir dari YuoTube, Islam Populer, Selasa (7/6/2022), Virginia Tech Carilion Research Institute pernah melakukan penelitian yang menyatakan kebohongan seseorang ditentukan oleh Cortex Prefrontal.
Ini merupakan bagian dari lobus frontal atau ubun-ubun yang terletak tepat di belakang dahi.
Jika seseorang terus berbohong, maka Cortex Prefrontal menjadi sangat aktif dan menghabiskan energi.
Selain itu, penelitian tentang kebohongan juga datang dari University of Southern California. Otak pembohong memiliki zat lemak berlebih dibandingkan orang-orang normal dan setia.
Jadi, lambat laun perilaku berbohong termasuk pula selingkuh yang dilakukan terus menerus bisa merusak struktur otak.
(Ahmad Muhajir)