Mereka mengklaim membocorkan hingga 190 gigabyte data curian online, tersedia untuk diunduh melalui torrent.
Raksasa teknologi itu mengatakan telah meningkatkan sistem keamanannya untuk melindungi informasi segera setelah mengetahui upaya serangan peretasan.
BACA JUGA: Hacker Rusia Terus Serang Situs Pemerintahan Ukraina
"Kami mencari segala cara untuk menghentikan pelanggaran data tambahan dan melindungi karyawan dan pelanggan. Kami dengan tulus meminta maaf karena menimbulkan kekhawatiran," katanya.
Badan mata-mata Korea Selatan, National Intelligence Service (NIS), mengatakan pihaknya menganggap informasi yang bocor itu bukan teknologi industri utama, dan menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan perusahaan pertahanan dan perusahaan swasta untuk menanggapi serangan dunia maya.
(Amril Amarullah (Okezone))