JAKARTA - Samsung Electronics Co. mengatakan bahwa serangan siber yang terjadi baru-baru ini oleh kelompok peretas pada sistemnya tidak menyebabkan kerugian besar bagi bisnis dan pelanggannya.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di forum internal perusahaan, Samsung mengatakan tidak ada informasi pribadi pelanggan dan karyawannya yang dicuri dan tidak akan berdampak pada operasi bisnisnya.
"Tidak ada pelanggaran data pribadi, meskipun informasi yang bocor mencakup beberapa kode sumber yang diperlukan untuk menjalankan ponsel Galaxy," kata Samsung, tanpa menjelaskan lebih lanjut, dikutip Yonhap, Selasa.
BACA JUGA: Dampak Perang, Samsung Berhenti Kirim Produk ke Rusia
Pada Sabtu, kelompok peretas Amerika Selatan Lapsus$ mengklaim berhasil meretas sistem raksasa teknologi itu dan memperoleh data rahasia, antara lain termasuk berbagai kode sumber yang terkait dengan fitur otentikasi.