Toyota Motor Corp juga mengambil langkah tegas bahwa mereka akan menghentikan segala bentuk produksi dan penjual mereka di Rusia mulai Jumat (4/2) waktu setempat. Sementara impor kendaraan ke negara itu juga berhenti tanpa batas waktu karena gangguan rantai pasokan,
"Seperti semua orang di seluruh dunia, Toyota mengamati perkembangan yang sedang berlangsung di Ukraina dengan perhatian besar terhadap keselamatan rakyat Ukraina dan berharap untuk kembali dengan aman ke perdamaian sesegera mungkin," kata Toyota dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters, Kamis.
Toyota adalah merek Jepang yang populer di Rusia, memproduksi sekitar 80.000 kendaraan di pabriknya di St. Petersburg yang mempekerjakan 2.000 staf.
(Salman Mardira)