6. Gunakan Fitur Ready Boost pada Laptop
Pada Windows 7 terdapat sebuah fitur yang bernama Readyboost untuk membantu laptop dalam mendapatkan cache tambahan supaya bisa berjalan lebih lancar. Caranya dengan membutuhkan sebuah flashdisk berukuran minimal 16GB yang sudah mendukung konektivitas USB 3.0 untuk bisa menjalankan fitur ini.
7. Lakukan Disk Defragmenter Secara Rutin
Pada Windows 7 terdapat media penyimpanan yang sudah berusia lanjut dan membutuhkan defrag supaya isinya bisa tetap teratur serta terorganisir dengan baik. Proses defrag membutuhkan waktu yang lama, usahakan untuk menjalankannya pada saat malam hari supaya laptop dapat ditinggalkan semalaman.
8. Manfaatkan Program yang Memiliki Fitur Lite
Tidak semua laptop berusia lawas memiliki kemampuan untuk menjalankan program-program terbaru. Kamu bisa manfaatkan program yang memiliki fitur Lite supaya bisa digunakan pada laptop dengan hardware lawas dengan mudah dan tidak membuat lemot.
9. Membersihkan Laptop Secara Berkala
Banyak pengguna laptop yang menghiraukan kebersihan laptop. Namun perlu diketahui, jika debu yang menumpuk terlalu lama dan menghambat aliran udara bisa membuat kinerja laptop menjadi lemot. Maka dari itu, bersihkan laptop dari debu yang berada di dalam laptop secara berkala supaya laptop tidak panas dan menjadi lelet.
10. Menambah RAM pada Laptop
Umumnya pada beberapa jenis dan merk laptop, sudah disediakan sebuah slot RAM yang bisa dimanfaatkan untuk menambah RAM sendiri. Kamu bisa menambahkan satu buah keping RAM tambahan pada laptop untuk membantu meningkatkan kinerja dari laptop. Semakin besar kapasitas RAM tentu lebih banyak program yang bisa dijalankan pada laptop tersebut.
11. Menggunakan SSD untuk Mempercepat Kinerja Laptop
Saat ini telah banyak laptop baru yang menggunakan media penyimpanan SSD atau Solid State Drive. Namun, untuk laptop lawas masih mengandalkan Harddisk SATA sebagai media penyimpanannya.
Harddisk memiliki kepingan berputar pada bagian dalamnya yang memiliki kecepatan baca dan tulis yang rendah. Maka gantilah Harddisk tersebut dengan menggunakan SSD supaya kinerja laptop bisa menjadi lebih meningkat lantaran media penyimpanan SSD tidak memiliki komponen yang bergerak di dalamnya.
12. Mengganti Pasta Processor
Setiap processor laptop biasanya memiliki pasta yang berperan untuk menghantarkan panas pada kipas dan heatsink. Seiring dengan waktu, pasta tersebut bisa mengering dan mengurangi kemampuan laptop dalam menghantarkan panas dengan baik.
Maka alangkah baiknya jika pasta processor tersebut diganti secara rutin minimal satu tahun sekali dan pilihlah pasta yang memiliki tingkat penghantar panas yang baik.
13. Hindari Mengisi Media Penyimpanan Terlalu Penuh
Apabila mengisi media penyimpanan terlalu penuh maka otomatis media penyimpanan tersebut akan menjadi lemot, apapun bentuk dari media penyimpanan. Usahakan untuk mengisi media penyimpanan maksimal 90 persen dari kapasitas yang tersedia untuk memastikan kinerjanya tetap terjaga dengan baik.
Demikianlah cara atasi laptop yang lambat terutama untuk laptop yang sudah lama. Untuk beberapa cara alangkah baiknya dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak komponen bahkan laptop itu sendiri.
(Ahmad Muhajir)