JAKARTA - Fenomena Aphelion kerap disandingkan sebagai penyebab suhu di Indonesia lebih dingin terutama di malam hari, benarkah narasi yang beredar tersebut?
Dikutip dari keterangan persnya, Jumat (11/2/2022), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerangkan, informasi tersebut tersebar sangat cepat dan cukup meresahkan masyarakat.
"Sebenarnya fenomena aphelion ini adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran Juli. Sementara itu, pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim kemarau," tulis BMKG dalam keterangannya.
Hal inilah menyebabkan seolah Aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia. BMKG menjelaskan, secara fisis, uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas.
"Sehingga, rendahnya kandungan uap di atmosfer ini menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh Bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di atmosfer lapisan dekat permukaan Bumi tidak signifikan," terang BMKG.