BAN mobil tentu memiliki umur usia pakainya alias masa kedaluarsanya. Hal itu disebabkan karena bahan baku ban sendiri terbuat dari karet yang lambat laun memiliki penurunan tingkat kualitasnya.
Maka dari itu perlu pengecekan secara berkala. Sebab ban termasuk satu-satunya komponen mobil yang menyentuh aspal dan memiliki fungsi untuk mengendalikan manuver serta traksi laju kendaraan saat berkendara.
Oleh sebab itu pihak pabrikan mengatur tingkat kualitas dan kedaluarsa ban mobil supaya pemilik dapat tetap aman saat berkendara dengan menggunakan ban mobil berkualitas baik.
Baca juga: Tips Memeriksa Ban Agar Tetap Nyaman Berkendara
Tidak hanya itu saja, saat ini sudah banyak pabrikan mobil telah memberikan edukasi kepada para pengendara serta mengetahui ciri-ciri ban mobil yang sudah kedaluarsa. Apa saja ciri-cirinya?
Dilansir dari Auto2000, Jumat (23/12/2021), berikut cara mengenali ciri-ciri ban mobil yang sudah kedaluarsa :
1. Melihat kode produksi pembuatan
Pertama-tama yang menjadi ciri-ciri ban sudah kedaluarsa yakni dengan melihat kode tahun pembuatan ban itu sendiri. Letaknya terdapat pada bibir ban yang dicantumkan dengan kode empat digit angka . Misalnya terdapat angka 1921.
Pada dua digit pertama menunjukan minggu produksi ban itu dibuat. Lalu digit kedua terakhir menjelaskan tahun pembuatan. Jadi kesimpulanya ban ini memiliki kode produksi yang dibuat pada minggu keempat tahun 2021. Berarti jika dihitung dari sekarang ban ini masih tergolong baru dan sangat layak untuk mengaspal dijalanan.
2. Ban sudah melebihi 5 tahun pemakaian
Ciri-ciri kedua yang dapat dilihat yakni dengan menghitung masa pakai ban. Banyak pabrikan ban yang mengklaim bahwa umur masa pakai ban hanya diperbolehkan maximal antara 5 tahun saja di hitung selama masa kode produksi ban dibuat.
Jadi ketika ban sudah berumur lebih dari 5 tahun namun tapak dan alur ban terlihat masih dalam kondisi tebal bukan berarti menandakan bahwa itu ban masih bagus loh. Dikarenakan ban terbuat dari karet yang lentuk, maka seiring waktu dapat berubah elastisitasnya.
3. Kondisi ban retak –retak
Jika pada mobil Anda ditemukan ban dalam keadaan retak maka segeralah melakukan penggantian dengan yang baru. Sebab kondisi ban sudah tidak bagus dan memicu bahaya jika terus di gunakan.
Baca juga: Ban Mobil Selip di Jalan Licin? Jangan Panik, Begini Cara Mengatasinya
Kondisi ban bisa menjadi retak diakibatkan karena seringnya berkontak langsung dengan jalanan yang rusak dan bersuhu panas sehingga menjadi getas lalu kemudian timbul retak-retak pada ban
Gejala yang timbul biasanya terdapat getas pada mobil. Jika itu didapati pada ban mobil Anda maka segera ganti dengan yang baru.
Kondisi getas pada ban sangat tidak disarankan untuk dipertahankan, karena akan membuat ban kempis dan rusak. Sehingga dapa mengurangi kenyaman Anda dalam berkendara.
4. Sudah menempuh jarak 40 ribu km
Jika mobil Anda sering digunakan harian dan menempuh jarak yang jauh dan banyak rintangan, ada baiknya mengganti ban setiap 3 tahun atau pada setiap jarak tempuh 40.000km.
Mana yang tercapai lebih dahulu. Meskipun ban terlihat masih tebal dan kokoh, namun sebenarnya ban sudah berkurang elastisitasnya dan perlahan mulai mengalami keausan. Dampaknya berasa bahwa pengendalian tidak senikmat dengan penggunaan ban baru.
5. Ban sudah banyak tambalan
Hal ini juga patut menjadi pertimbangan. Pasalnya ban yang sudah terdapat banyak tambalan dapat berpotensi tidak awet dan perlahan berkurang nya kekuatan dalam ban yang dapat menyebabkan bocor kembali. Untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan maka lakukanlah penggantian ban dengan yang baru.
6. Sudah menempuh jarak 40 ribu km
Jika mobil Anda sering digunakan harian dan menempuh jarak yang jauh dan banyak rintangan, ada baiknya mengganti ban setiap 3 tahun atau pada setiap jarak tempuh 40.000km.
Mana yang tercapai lebih dahulu. Meskipun ban terlihat masih tebal dan kokoh, namun sebenarnya ban sudah berkurang elastisitasnya dan perlahan mulai mengalami keausan. Dampakny berasa bahwa pengendalian tidak senikmat dengan penggunaan ban baru.
7. Terdapat benjolan pada ban
Ini dapat menjadi indikasi paling mudah yang dapat Anda cek dan ketahui mengenai umur ban mobil Anda. Jika di dapati ban mobil Anda benjol maka gantilah ban dengan yang baru.
Hal itu disebabkan karena ban yang benjol memiliki potensi rawan pecah yang dapat mengakibatkan kecelakaan serius. Belonjolan pada ban dapat menjadi pertanda bahwa terdapat anyaman benang atau kawat penguat konstruksi ban yang putus, sehingga kemampuan ban menjadi berkurang.
8. Perhatian batas ketebalan ban TWI
Perhatikanlebih detai kondisi ban Anda, terutama pada alur ban biasanya terdapat garis tingah pemisah. Itu berfugsi sebagai acuan atau tanda membaca ketebalan TWI (Tread Wear Indicator).
Jika ketebalan ban sudah menyentuh batas tersebut, maka itu menjadi acuan bahwa ban sudah mencapai batas toleransi keausan dan segera lakukan penggantian.
(Salman Mardira)