RUPANYA sistem data internal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diretas sejak April menggunakan informasi check-in rahasia karyawan yang dicuri di pasar gelap website.
Seperti dilansir dari Daily Mail, peretas berhasil mengakses perangkat lunak manajemen proyek Umoja yang memiliki informasi berharga tentang pemerintah dan misi kemanusiaan di seluruh dunia.
PBB yang memiliki ikatan dengan negara dan perusahaan besar menjadi sasaran para peretas yang terus-menerus mengejar organisasi berpengaruh dengan tujuan menjual akses ke informasi yang sangat dibutuhkan.
Menurut Bloomberg, peretas mengakses sistem PBB pada 5 April dan masih aktif di jaringan siber bulan lalu.
CEO Resecurity Gene Yoo mengatakan, organisasi seperti PBB adalah target bernilai tinggi untuk aktivitas spionase dunia maya.
"Para peretas melakukan penyusupan dengan tujuan mengorbankan sejumlah besar pengguna di jaringan informasi PBB untuk pengumpulan data intelijen jangka panjang," katanya.