RUPANYA penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi malware dan serangan siber di Indonesia dinilai efektif.
Pakar Keamanan Siber dari Cissrec, Pratama Persadha mengatakan, para peretas juga terus mengembangkan AI untuk menciptakan malware dan ransomware baru.
Dengan memanfaatkan AI, malware, ransomware, virus, dan trojan terus akan berkembang dan mampu memperbaiki kelemahannya saat melakukan operasi.
"Jadi pemerintah harus berlomba dalam teknologi AI untuk menghalau serangan siber di Indonesia," ujar Pratama saat dihubungi melalui pesan singkat.