"Contoh yang dirujuk sebagian besar terkait dengan akses yang tidak tepat, atau penyalahgunaan, informasi perusahaan atau IP yang memiliki hak milik dan sensitif," kata Juru Bicara Google kepada Vice.
Ia menambahkan, mengenai data pengguna, perusahaan secara ketat membatasi akses karyawan melalui sejumlah perlindungan, termasuk membatasi akses ke data pengguna hanya untuk individu yang diperlukan.
Selain itu, perusahaan juga melakukan peninjauan multi-tahap sebelum akses diberikan ke data sensitif dan pemantauan untuk anomali akses.
"Setiap karyawan mendapatkan pelatihan setiap tahun, kami menyelidiki semua tuduhan, dan pelanggaran hingga menghasilkan tindakan korektif, termasuk pemutusan hubungan kerja," tuturnya.
Google juga mengaku transparan dalam mempublikasikan jumlah dan hasil investigasi. Mereka juga memiliki proses ketat untuk mengamankan data pengguna dari ancaman internal maupun eksternal.
(Dyah Ratna Meta Novia)