SEBUAH survei yang dilakukan perusahaan keamanan siber Kaspersky menunjukkan anak-anak di Asia Pasifik lebih menyukai belajar tatap muka atau offline .
Dalam survei yang dilakukan bersama Toluna terhadap 517 orang tua dan guru serta 64 anak pada April-Mei lalu, hampir satu dari dua anak, atau 55 persen, yang menyukai kelas tatap muka dibandingkan belajar dari jarak jauh seperti sekarang ini.
Menurut Kaspersky berdasarkan survei tersebut, anak-anak tidak suka belajar online karena harus berada di depan layar (74 persen), dan masalah teknis yang berujung kekecewaan (60 persen).
Seperti dilansir dari Antara, hampir separuh anak lainnya, 45 persen, menyatakan mereka lebih menyukai pembelajaran jarak jauh.