Awas, Serangan Ransomware Kian Gawat

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Senin 03 Mei 2021 08:16 WIB
Ilustrasi ransomware (Foto: Gizmo China)
Share :

WASHINGTON - Koalisi global perusahaan teknologi dan badan penegak hukum menyatakan perlu ada tindakan "agresif dan mendesak" terhadap serangan ransomware yang kian gawat.

Microsoft, Amazon, FBI, dan Badan Kejahatan Nasional Inggris bergabung dengan Ransomware Task Force (RTF) dalam memberikan hampir 50 rekomendasi kepada pemerintah.

Geng ransomware sekarang secara rutin menyasar sekolah dan rumah sakit.

Para peretas menggunakan perangkat lunak berbahaya untuk mengacak dan mencuri data komputer milik organisasi.

RTF telah menyerahkan laporannya kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Mereka berpendapat bahwa "lebih dari sekadar uang yang dipertaruhkan" dan mengatakan bahwa, hanya dalam beberapa tahun, "ransomware telah menjadi ancaman keamanan nasional yang serius serta masalah kesehatan dan keselamatan publik".

"Warga terkena dampaknya setiap hari. Ini berdampak besar pada ekonomi dan kemampuan orang biasa untuk mengakses layanan penting,” terang Ketua RTF Jen Ellis, dari perusahaan keamanan siber, Rapid 7.

"Tidak hanya itu, yang sungguh menyedihkan, uang tebusan yang dibayarkan digunakan untuk mendanai bentuk-bentuk kejahatan terorganisir, seperti perdagangan manusia dan eksploitasi anak,” lanjutnya.

(Baca juga: Mainkan Game Menyenangkan Kiko Run Action Lari Tanpa Akhir Dunia Bawah Laut di Aplikasi RCTI+)

"Pada suatu Minggu pagi di bulan Oktober tahun lalu saya mendapat telepon tentang masalah dengan sistem TI kami," kata Rob Miller, direktur teknologi informasi dan komunikasi untuk wilayah London Borough of Hackney.

“Segera menjadi jelas bahwa itu adalah serangan siber yang serius,” ujarnya.

"Kami harus mengunci semuanya dan mematikan internet untuk semua sistem kami. Kami memiliki layanan yang berjalan 24/7 untuk hampir 300.000 penduduk, dan ini terasa besar dan sangat mengkhawatirkan,” tambahnya.

"Kami tahu bahwa ada tantangan besar di hadapan kami, dan seluruh dewan harus bekerja sama di semua departemen untuk membuat layanan utama kembali berfungsi sesegera mungkin,” jelasnya.

"Kerusakan yang terjadi sangat signifikan, berdampak pada hal-hal seperti perbaikan rumah, pembayaran tunjangan, dan registrasi tanah,” terangnya.

(Baca juga: Ramaikan Segmen Ponsel Murah, Samsung Galaxy M12 Dibandrol Rp1 Jutaan)

"Akan perlu berbulan-bulan sampai kami pulih sepenuhnya, dan saya tidak dapat memahami motivasi para penjahat ini,” ungkapnya.

"Saya menyaksikan sendiri dampaknya pada komunitas lokal terutama di saat pandemi,” terangnya.

"Saya tidak dapat membayangkan seseorang bisa berpikir bahwa tidak apa-apa menyebabkan kerusakan sebesar itu pada berbagai layanan pada saat seperti itu. Sulit untuk dipahami,” katanya.

Kerahasiaan dan stigma yang kerap dikaitkan dengan serangan ransomware membuat penghitungan gambaran sebenarnya tentang jumlah serangan dan biaya sangat sulit.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya