Di sisi lain, perluasan PPnBM ke mobil baru 2.500 cc dinilai juga akan semakin merugikan pedagang mobil bekas. Andi menyiasatinya dengan menolak membeli mobil-mobil berkapasitas mesin tersebut terbelih dahulu, sambil menunggu angka pasti relaksasi yang diberikan.
"Saya jual stock yang ada dulu. Sejauh ini (mobkas 2.500 cc) harganya belum turun," imbuhnya.
Meski dengan segala tekanan yang ada, Andi tetap optimis masih ada pasar bagi mobil bekas. Menurutnya, ketika orang membeli mobil baru dengan relaksasi PPnBM, unit tersebut biasanya akan inden.
Sedangkan bulan Ramadhan akan segera tiba, dan orang biasanya membutuhkan kendaraan yang bisa cepat digunakan. "Masih (optimis). Orang daripada nunggu inden mobil baru, masih ada segmen yang beralih ke mobil bekas," tandasnya.
(Amril Amarullah (Okezone))