Studi Baru Ungkap Semut Pekerja Dahulu Miliki Sayap

Anjasman Situmorang, Jurnalis
Sabtu 31 Oktober 2020 09:35 WIB
Ilustrasi semut. (Foto: Mikhail Vasilyev/Unsplash)
Share :

SEMUT menjadi salah satu hewan yang ada di segala tempat, mulai tanah beriklim sedang hingga hutan hujan tropis, bukit pasir gurun, dan permukiman. Mereka termasuk jenis serangga sosial dengan kerja sama tim yang luar biasa. Semut terkenal mampu mengangkat beban yang beratnya berkali lipat dari tubuhnya sendiri.

Penelitian sebelumnya sering berfokus pada aspek sosial koloni semut. Namun sebuah studi baru dari peneliti di Okinawa Institute of Science and Technology Graduate University (OIST) dan Sorbonne University di Paris menyelidiki mengapa semut pekerja individu begitu kuat. Mereka mengambil gambar sinar-X dan membuat model 3D dari dada semut untuk menganalisis otot serta kerangka internalnya.

Baca juga: Ternyata Ini Arti Perbedaan Bentuk Tubuh Semut 

Studi baru yang terbit di jurnal Frontiers in Zoology ini meneliti hipotesis bahwa semut pekerja kehilangan alat terbang secara langsung terkait evolusi kekuatan yang lebih besar. Dengan kata lain, semut pekerja dahulu memiliki sayap.

"Semut pekerja berevolusi dari serangga terbang. Kami berasumsi bahwa kehilangan penerbangan membantu mengoptimalkan tubuh mereka untuk bekerja di darat, namun kami masih terus mencari tahu bagaimana ini bisa terjadi," kata Pemimpin Unit Biodiversity and Biocomplexity OIST Evan Economo, seperti dikutip dari Phys, Sabtu (31/10/2020).

Pada serangga terbang, otot sayap menempati sebagian besar dada, terkadang lebih dari 50 persen. Ini berarti otot lain yang digunakan untuk menopang dan menggerakkan kepala, kaki, serta perut akan terkekang dan tertekan pada eksoskeleton.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya