Studi: Darah Manusia bagi Nyamuk Rasanya Seperti Permen

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2020 14:24 WIB
(Foto: Yellowpages)
Share :

Para peneliti pun menyimpulkan bahwa nyamuk sangat mahir dalam mengidentifikasi darah, sehingga mereka mampu membedakan dari nektar pada tingkat deteksi sensorik pertama.

Di sisi lain, meski manusia dan nyamuk ternyata bisa merasakan asin dan manis dalam darah, Vosshall berspekulasi bahwa seluruh pengalaman pasti berbeda untuk nyamuk. Dia menganalogikan keterampilan mencari darah serangga dengan kemampuan lebah madu melihat ultraviolet dan kelelawar mendengar suara ultrasonik.

Meski begitu, nyamuk ternyata tidak pilih-pilih dalam menentukan mangsanya, kata Veronica Jove dari Rockefeller yang memimpin uji rasa yang tak lazim di laboratorium Vosshall. "Semua manusia adalah sasaran nyamuk," katanya.

Para ilmuwan berharap dengan memahami indera perasa nyamuk, ini akan membantu para peneliti membuat obat yang efektif menghentikan para nyamuk menggigit manusia dan menularkan penyakit. Vosshall bahkan sudah mengusulkan untuk menggunakan obat yang akan membuat manusia terasa tidak lezat bagi nyamuk.

"Jika nyamuk tidak dapat mendeteksi rasa darah, secara teori mereka tidak dapat menularkan penyakit," terang Jove.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya