Adapun selain iklim, para ahli juga menemukan kemungkinan ini disebabkan oleh kebakaran hutan yang sempat terjadi di bagian barat Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Akibatnya, kini mereka harus mengalihkan rute migrasi ke wilayah pedalaman melewati gurun Chihuahuan. Wilayah itu sangat langka akan air dan makanan, sehingga mereka diduga mati kelaparan dan kelelahan saat terbang.
Namun selain dua dugaan tersebut, ada pula pendapat bahwa paru-paru mereka telah rusak akibat asap kebakaran. Pada dasarnya, sebagaimana disampaikan Salas, “Ini bisa menjadi kombinasi dari banyak hal. Bisa jadi sesuatu yang sama sekali” belum diketahui oleh para ahli.
Sementara itu The Guardian melaporkan, untuk saat ini bangkai temuan tengah dikirim ke laboratorium forensik Dinas Ikan dan Margasatwa AS di Oregon dan Pusat Kesehatan Satwa Liar Nasional di Wisconsin untuk pengujian lebih lanjut.
Baca juga: Matahari Terbit dari Barat dalam Penjelasan Alquran dan Sains
(Ahmad Luthfi)