Ratusan Ribu Burung Mati Mendadak di Meksiko

Farah Azka Gazali, Jurnalis
Minggu 20 September 2020 15:03 WIB
(Foto: Allison Salas/Twitter)
Share :

JAKARTA - Ratusan ribu burung migrasi ditemukan mati secara misterius di wilayah barat daya Amerika Serikat dan Meksiko Utara. Ini termasuk wilayah New Mexico, Colorado, Texas, Arizona, dan wilayah utara Nebraska.

Fenomena ini dinyatakan sebagai tragedi nasional dan melibatkan beberapa spesies burung, termasuk burung layang-layang, kayu-pewees, penangkap lalat empidonax, dan burung pengicau.

“Saya mengumpulkan lebih dari selusin hanya dalam jarak dua mil di depan rumah saya. Melihat ini dan memungut bangkai-bangkai ini dan menyadari betapa meluasnya hal ini, secara pribadi menyedihkan. Melihat banyak individu dan spesies sekarat adalah tragedi nasional,” ucap Martha Desmon, seorang profesor di departemen biologi dari New Mexico State University (NMSU), dikutip The Guardian.

Melansir Science Times, fenomena ini pertama kali dilaporkan pada bulan lalu. Dengan laporan kematian pertama berasal dari wilayah White Sands Missile Range (WSMR) dan Monumen Nasional Pasir Putih di New Mexico. Mereka ditemukan dalam kondisi sehat, namun tubuh tampak kurus dengan cadangan lemak atau massa otot yang ditemukan dalam jumlah sedikit.

Allison Salas, seorang mahasiswa pascasarjana di NMSU yang telah mengumpulkan bangkai juga menyatakan hal yang sama melalui utas Twitternya (@salasphorus). Melalui utas yang diunggah pada Minggu (13/9/2020), ia menyatakan bahwa burung-burung itu terlihat seolah hanya terdiri dari bulu dan tulang. Dengan dugaan mereka terbang hingga pada akhirnya terjatuh.

Sejauh ini, belum dapat dipastikan apa penyebab dari fenomena kematian massal ini. Namun para ahli menduga ini disebabkan oleh krisis iklim di wilayah barat daya Amerika Serikat. Selama berbulan-bulan wilayah itu sangat kering, namun juga dingin secara bersamaan. Ini diduga membuat beberapa spesies melakukan migrasi lebih awal.

Science Times juga melaporkan bahwa penelitian dalam jurnal Nature yang dipublikasi pada akhir tahun lalu telah membuktikan hal tersebut. Dari 24 data radar diketahui bahwa perubahan iklim telah mempengaruhi migrasi burung dalam skala kontinental. Sayangnya, dalam kasus ini kondisi tidak didukung dengan sumber makanan yang cukup untuk mereka mengisi bahan bakar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya