Para peneliti mengatakan bahwa karena perkawinan sedarah di penangkaran dan karena kedua ras dipisahkan selama beberapa dekade, anjing "bernyanyi" dan anjing liar dataran tinggi tidak memiliki genom yang identik. Tetapi ini tidak berarti bahwa mereka adalah ras yang berbeda.
Baca juga: Ketika Anjing Tersenyum, Ini Penjelasan Ilmiahnya
"Anjing 'bernyanyi' di Papua yang kita kenal sekarang adalah jenis yang pada dasarnya diciptakan oleh manusia," tulis Dr Elaine Ostrander, peneliti terkemuka untuk National Institutes of Health dan penulis senior studi tersebut.
"Delapan di antaranya dibawa ke Amerika Serikat dari dataran tinggi Papua dan dibesarkan satu sama lain untuk membentuk kelompok ini."
Baca juga: Indonesia Resmikan Kerja Sama Konstruksi Satelit Satria
Para peneliti percaya temuan itu akan membuka pintu untuk melindungi ras purba dan akan membuat mereka belajar lebih banyak tentang vokalisasi manusia karena manusia secara biologis lebih dekat dengan anjing daripada burung.
(Hantoro)