JAKARTA - SpaceX berhasil meluncurkan satelit observasi Bumi untuk Argentina bersama dengan dua satelit piggyback kecil 30 Agustus 2020. Ketiganya meluncur dari Space Launch Complex 40 Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral pada pukul 19:18. EDT (2318 GMT).
Melansir dari Space, roket Falcon 9 dua tahap membawa satelit SAOCOM-1B. Ini menjadi peluncuran ke-15 perusahaan di tahun 2020. SAOCOM-1B dikerahkan dari tahap atas Falcon 9 sesuai rencana 14 menit setelah lepas landas, kemudian dua satelit rideshare, GNOMES-1 dan Tyvak-0172, dijadwalkan untuk digunakan sekitar satu jam setelah peluncuran.
Penerbangan yang dilakukan pada 30 Agustus adalah peluncuran keempat untuk Falcon 9 tahap pertama. Booster yang diberi nama B1059, sebelumnya melakukan dua misi kargo komersial ke Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk NASA dan mengirimkan sejumlah satelit SpaceX Starlink ke orbit awal tahun ini.
SpaceX telah merencanakan peluncuran dua kali lipat, dengan meluncurkan dua roket Falcon 9 yang berbeda hanya dalam waktu beberapa jam. Misi pertama adalah sejumlah besar satelit broadband Starlink SpaceX (namun harus diundur hingga 1 September akibat cuaca buruk).
SAOCOM, kependekan dari Satélite Argentino de Observación COn Microondas (Satelit Pengamatan Gelombang Mikro Argentina), adalah program dua satelit dengan total harga sekitar USD600 juta, termasuk peluncurannya. Misi SAOCOM-1B telah ditunda sejak Maret karena pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.
Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer
Kedua satelit SAOCOM diluncurkan ke lintasan orbit kutub yang memungkinkan mereka terbang di atas kutub planet. Misi SAOCOM-1B adalah satelit pertama yang diluncurkan ke lintasan orbit kutub dari Cape Canaveral sejak 1969.
Pada misi SAOCOM-1B, Angkatan Udara mengamankan lintasan yang terbang ke selatan, melewati Kuba, sementara roket tahap pertama kembali mendarat di Cape Canaveral.
(Ahmad Luthfi)