JAKARTA- Teleskop luar angkasa Hubble berhasil mengambil gambar menakjubkan dari komet C/2014 Y4 yang biasa disebut Atlas. Awalnya komet tersebut memiliki ukuran diameter 180 meter (600 kaki) dan pecah berkeping-keping hingga 30 buah, masing-masing seukuran rumah.
"Penampilan mereka berubah secara substansial antara dua hari, sangat banyak sehingga cukup sulit untuk menghubungkan titik-titik," kata Profesor ilmu planet dan astronomi di University of California Los Angeles, David Jewitt dikutip dari laman Astronomy Now, Kamis (30/4/2020).
Jewitt belum mengetahui apakah mekanisme cepatnya perubahan komet merupakan hal yang biasa karena peristiwa seperti itu terjadi dengan cepat dan tidak dapat diprediksi. Namun, tangkapan gambar Atlas dapat membantu menyelesaikan misteri dan menjelaskan apakah komet itu berputar sendiri karena jet-jet yang berasal dari sublimasi es.
Untuk diketahui, komet Atlas ditemukan pertama kali pada 29 Desember 2019 oleh Asteroid Terrestrial-impact Last Alert Systems (ATLAS). Saat ditemukan komet tersebut jatuh ke arah tata surya bagian dalam, saat ini terletak di dalam orbit Mars. Komet tersebut dikabarkan akan melintas dalam jarak sekitar 115 kilometer dari Bumi pada 23 Mei sebelum menyapu Matahari pada 31 Mei.
(Amril Amarullah (Okezone))