Pratama berharap pemerintah melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ataupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dapat melahirkan aplikasi konferensi video yang bisa dipakai oleh negara yang tentunya memperhatikan aspek keamanan.
“Aplikasi video conference yang private, chat dan media sosial serta email sebaiknya memang kita coba membuat sendiri. Tidak tergantung dari luar, peristiwa rapat zoom Wantiknas jelas menjadi bukti bahwa hal ini perlu dilakukan,” katanya.
Untuk jangka pendek, Pratama menilai penyelenggara negara perlu memakai aplikasi yang terbukti aman dan harus zero issues. Untuk jangka panjang Indonesia harus mempunyai aplikasi konferensi video buatan anak bangsa yang aman dan bisa dipakai secara luas.
(Amril Amarullah (Okezone))