Peneliti Kembangkan Aplikasi untuk Deteksi Virus Corona Lewat Suara

Pernita Hestin Untari, Jurnalis
Jum'at 03 April 2020 10:36 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA- Para peneliti di Universitas Carnegie Mellon mengungkapkan mereka telah membuat aplikasi yang mampu mendeteksi virus corona (COVID-19) hanya dengan suara. Aplikasi tersebut diberi nama COVID Voice Detector Tim peneliti mengatakan bahwa aplikasi ini masih dalam tahap awal, dan belum disetujui oleh Food and Drug Administrator (FDA) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDD) CDC.

"Saya telah melihat banyak kompetisi untuk diagnosis termurah dan tercepat. Dan ada beberapa yang cukup bagus yang sebenarnya sangat murah dan cukup akurat, tetapi tidak ada yang semurah dan semudah berbicara di telepon," kata Benjamin Striner, seorang mahasiswa pascasarjana di Universitas Carnegie Mellon, yang juga masuk dalam tim penelitian.

Profesor Carnegie Mellon, Bhiksha Raj, yang juga bekerja dalam proyek ini mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengumpulkan sejumlah besar rekaman suara yang bisa digunakan untuk memperbaiki algoritma aplikasi, sehingga lebih akurat dalam hal pengujian. Ia percaya bahwa aplikasi mampu menjadi alat tes untuk melacak penyebaran virus, terutama mereka mengumpulkan lebih banyak data.

Meskipun demikian, untuk memverikasi hasilnya lebih akurat harus mendapatkan persetujuan otoritas kesehatan. Para peneliti menyimpulkan bahwa kemungkinan aplikasi tersebut tidak akan seakurat tes laboratorium.

"Jika aplikasi ini akan dimasukkan sebagai layanan publik, itu, dan hasil kami, harus diverifikasi oleh para profesional medis, dan dibuktikan oleh agen seperti CDC," tambah Raj.

Aplikasi ini berfungsi seperti ini, ketika pengguna memiliki ponsel cerdas atau komputer dengan mikrofon, pengguna diminta untuk batuk beberapa kali dan merekam sejumlah suara vokal, serta membaca alfabet. Kemudian ia memberikan skor, dinyatakan sebagai bilah kemajuan gaya unduhan, mewakili seberapa besar kemungkinan algoritma meyakini bahwa pengguna memiliki COVID-19.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya