Meski terkesan sederhana, teknologi ini menghasilkan kenyamanan bagi pengendara karena hampir tidak ada hentakan dalam perpindahan gigi. "Karena lebih halus, penggunaannya dimaksudkan memberi kenyamanan pada pengendara bukan pada performa mobil walaupun kekuatan mesin bisa saja sama," kata Hermas menambahkan.
Hermas menyebut perilaku berkendara agresif juga tidak sesuai dengan kendaraan bertransmisi otomatis CVT ini. Apalagi ketika pengendara memaksakan mobilnya melewati rute jalan yang cenderung menanjak. "Putaran tenaga yang dipaksakan bisa mengganggu tekanan oli sehingga mungkin terjadi selip," ujarnya kepada Okezone.
Penempatan transmisi otomatis CVT ini banyak dilakukan produsen untuk menarik konsumen di tingkat atas. Secara khusus, calon konsumen di tingkat tersebut mulai memperhatikan kenyamanan berkendara dalam memilih mobil yang ditawarkan produsen.
(Amril Amarullah (Okezone))