LIPI: Satwa Liar yang Menyeberang Antarnegara, Fokus Mitigasi Virus Korona

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Senin 27 Januari 2020 17:54 WIB
Kelelawar, salah satu hewan yang berpotensi sebarkan virus korona. Foto : Pixabay
Share :

Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cahyo Rahmadi menyatakan satwa liar yang secara alami dapat menyeberang lintas negara maupun dibawa dan dimanfaatkan manusia untuk tujuan tertentu perlu menjadi fokus mitigasi (upaya untuk mengurangi dampak bencana) antisipasi zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan dari satwa liar ke manusia).

“Hewan yang dominan berpotensi membawa penyakit adalah tikus, kelelawar, celurut, karnivora dan kelompok primata seperti monyet,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/01/2020).

Peneliti satwa liar dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Taufiq P Nugraha sependapat dengan Cahyo. Menurtnya, para ilmuwan bahkan menduga kemunculan penyakit zoonosis baru (new emerging infectious diseases) seperti kasus 2019-nCoV merupakan hasil tingginya frekuensi interaksi antara satwa liar dengan manusia.

“Jika berkaca pada kasus ebola di Afrika, deforestasi untuk pertanian dapat berperan dalam ekspansi kelelawar di luar habitatnya dan ekspansi manusia ke dalam habitat kelelawar. Sehingga keduanya dapat saling berinteraksi bebas dan berisiko tinggi dalam penyebaran penyakit baru,” paparnya.

Dalam kasus 2019-nCoV, Taufiq menyebutkan kemungkinan orang yang berinteraksi langsung di pasar hewan di Wuhan, Tiongkok adalah yang pertama terkena penyakit infeksi tersebut.

“Interaksi langsung tersebut dapat melalui makanan maupun dalam proses pengolahan hewannya, baik hewan perantara maupun yang merupakan perantara alaminya,”ujar Taufiq.

Virus Korona (Coronavirus) merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan seperti pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS. Virus ini merupakan  single stranded RNA (ssRNA) virus yang umum ditemukan pada berbagai hewan yang berkeliaran di atas tanah seperti mamalia, burung dan reptil. 

Beberapa jenis coronavirus dikenal dapat menyebabkan infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas maupun bawah pada manusia, di antaranya adalah Severe Acute Respiratory Syndrome-related Coronavirus (SARS-CoV) yang mengalami kejadian luar biasa di Tiongkok pada tahun 2002.
Juga Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) yang mengalami kejadian luar biasa di Arab Saudi pada tahun 2012. Terakhir adalah novel Coronavirus (2019-nCoV) yang laporan gejala awalnya terjadi di Wuhan, Tiongkok pada 31 Desember 2019.

(Gabriel Abdi Susanto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya