JAKARTA - Berulangnya insiden kecelakaan yang melibatkan angkutan barang di jalan raya, merupakan akibat dari minimnya pengawasan dan koreksi terhadap angkutan barang. Termasuk adanya fenomena kelebihan dimensi dan muatan barang (ODOL), hingga gaya pengemudi truk yang sembrono.
Keprihatinan tersebut disampaikan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu. Menurutnya kecelakaan angkutan barang tersebut telah menimbulkan kerugian besar, termasuk kepada pemilik mobil pribadi yang rusak karena menjadi korban.
Contohnya bisa terlihat dari insiden tergulingnya truk tractor head yang membawa kontainer, di rest area KM 97 tol Cipularang. Kersuakan dialami oleh tujuh kendaraan pribadi yang sedang terparkir di lokasi tersebut. Belum lagi, kejadian tabrakan beruntun di ruas serupa yang sampai merenggut korban jiwa pada tahun lalu.
Jusri memperkirakan kejadian ini masih akan terus berulang, kecuali perhatian serta kebijakan terhadap angkutan barang berjalan serius. "Harus ada pengetatan regulasi yang dibarengi dengan peningkatan kemampuan dan pengetahuan pengemudi mengenai operasional angkutan barang. Terlebih, yang menyangkut keselamatan di jalan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (22/1/2020).