Mengingat Kembali Komitmen Sejumlah Produsen Soal Ekspor Mobil

Medikantyo, Jurnalis
Kamis 12 Desember 2019 20:55 WIB
Proses ekspor mobil buatan Indonesia (Foto: Okezone.com/pool)
Share :

JAKARTA - Tantangan terbuka disuarakan oleh Presiden Joko Widodo saat melepas pengiriman perdana ekspor produk Isuzu Traga di Karawang, Jawa Barat pada Kamis 12/12/2019). Harapannya pada 2024 mendatang, volume ekspor kendaraan bermotor Indonesia sudah mencapai 1 juta unit.

Penyampaian target tersebut sejatinya sudah sejalan dengan arah kegiatan usaha dari sejumlah produsen, yang beroperasi di Indonesia. Bahkan tidak sedikit yang sudah mampu mewujudkan komitmen memperluas pangsa pasar ekspor kendaraan selain menuju negara lain di kawasan Asia Tenggara.

 

Langkah ekspansi menuju kawasan baru contohnya disiapkan oleh MItsubishi, melalui PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI). Menjadikan model kendaraan penumpang Mitsubishi Xpander sebagai andalan, terdapat target untuk meningkatkan pangsa pasar dari 13 menjadi 40 negara di masa mendatang.

Khususnya dengan adanya gelontoran investasi termasuk peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan produk, yang disampaikan November lalu. "Total investasi yang kami kucurkan khusus untuk model Xpander, termasuk varian Xpander Cross mencapai Rp500 miliar. Target produksi model Xpander sendiri menyentuh 160 ribu unit pada 2020," ujar CEO Mitsubishi Motors Corporation, Takao Kato.

Perluasan negara tujuan ekspor produk kendaraan juga berhasil dilakukan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Berdasarkan data sampai November 2019, ADM sukses mengirimkan produk kendaraannya menuju 69 negara. "Terbaru adalah Papua Nugini yang berlangsung sejak tahun ini," ujar Public Relations Department Head ADM, Indra Setiawan.

Cara berbeda ditempuh oleh PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) dengan memproduksi model afiliasi dengan merek dagang Chevrolet Captiva ke kawasan Asia Tenggara dan OCeania sejak September lalu. "Target pengiriman sampai Desember 2019 diharapkan mencapai 2.600 unit," ujar Presiden Direktur Wuling Motors Indonesia, Xu Feiyun.

 

Geliat fokus produsen otomotif di Tanah Air menggarap pangsa pasar ekspor sudah menjadi pantauan Kementerian Perindustrian. "Daya saing produk kendaraan buatan fasilitas produksi di Indonesia terbukti kompetitif. Kenaikan ekspor sudah 28 persen," ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika.

(Mufrod)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya