Geliat peralihan fokus produksi tiap produsen menuju pangsa pasar ekspor sudah terbaca dengan adanya pertumbuhan angka pengiriman kendaraan sepanjang tahun ini. "Daya saing produk kendaraan buatan fasilitas produksi di Indonesia terbukti kompetitif. Kenaikan ekspor sudah 28 persen," ujar Putu menambahkan.
Baca Juga: Punya Pabrik Baru, Hyundai Langsung Siap Produksi Ekspor
Kemenperin turut mencermati langkah baik tiap produsen dalam menyiapkan fasilitas penelitian dan pengembangan agar selaras dengan keinginan Pemerintah. "Seperti langkah dari Honda yang mulai meningkatkan sisi pengembangan untuk komponen lokal. Sedangkan dari Toyota, sebanyak Rp28,1 triliun sudah termasuk teknologi elektrifikasi," kata Putu.
Pada sisi lain, Kemenperin juga terus mendorong tiap produsen membangun fasilitas pengembangan mobil listrik di Indonesia. "Sudah kita buka untuk semua produsen. Tetapi, prosesnya memang panjang mulai dari pengenalan model, perakitan, sampai pemenuhan kandungan komponen lokal di produknya," kata Putu.
(Mufrod)