JAKARTA- Pada akhir Oktober, WhatsApp dikabarkan telah mengajukan gugatan kepada perusahaan teknologi Israel, NSO Group atas tudingan spyware berbahaya.
WhatsApp mengungkapkan bahwa ada sekira 1.400 akun yang terkena dampak. Beberapa pengguna yang terkena termasuk jurnalis, aktivis hak asasi manusia, pembangkang politik, dan diplomat.
Belakangan ini spyware tersebut dikenal sebagai spyware Pegasus. Menanggapi hal tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate meyakini bahwa tidak ada pengguna di Indonesia yang terkena dampak.
Hal tersebut diungkapkannya dalam pertemuan dengan WhatsApp dan Facebook di Kantor Kominfo.
Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp Cegah Pengguna Di-invite ke Grup Tanpa Izin
"Untung di Indonesia belum ada itu (Spyware Pegasus)," kata dia dalam saluran streaming Kominfo di Twitter, Kamis (7/11/2019).