Menkominfo Dorong Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Layanan Pemerintahan

, Jurnalis
Rabu 18 September 2019 08:55 WIB
Menkominfo Rudiantara (kanan). Foto : Dok. Kominfo
Share :

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendorong penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI) dalam layanan publik pemerintahan. "Terutama dalam penggunaan chatbot sebagai customer service," ungkapnya dalam acara Youth Dialogue 2019 di Jakarta, Selasa (17/09/2019).

Menurut Menteri Kominfo, kelebihan AI untuk penyelesaian tugas yang berulang dan menyimpan dalam bentuk Que Card. Meskipun demikian, menurut Menteri Kominfo ada kelemahan AI saat ini. Hal itu ditunjukkannya dengan mengajak Robot Sophia, robot tercerdas di dunia dalam perhelatan mengenai perkembangan teknologi AI itu.

Awalnya, Menteri Rudiantara bertanya soal hubungan asmara antara robot dengan manusia. Robot Sophia menjawab itu memungkinkan dan zaman sekarang sudah ada orang yang menikahi smartphone bahkan hologram, meski Sophia sendiri tak tertarik pacaran karena masih muda. Kemudian, Rudiantara kembali bertanya soal kencan dan Sophia tampak bingung. "Sophia tidak paham karena pertanyaan itu tak di-script dan tak ada di Que-Card (kartu pertanyaan)," ungkap Menteri Kominfo.

Mengenai kelemahan AI, Menteri Rudiantara menegaskan AI yang menjadi otak robot tidak memungkinkan robot berpikir dan bertindak natural seperti manusia. "Robot pun tak mampu bertindak dan berpikir natural seperti manusia. Stand up comedian tidak dirancang kalimatnya kalau tak pakai Que Card, (Sophia) bisa ngaco jawabannya. Bagaimana pun manusia tak bisa dikalahkan AI," ujar Rudiantara.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya