JAKARTA - Keamanan dan privasi di internet tampaknya menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Hal tersebut lantaran banyaknya kasus yang terjadi. Misalnya seperti isu tentang aplikasi yang mampu mencuri data pengguna, jual beli NIK/KK, dan pengaruh jejak digital di internet.
Salah satu raksasa teknologi terbesar dan search engine terpopuler, Google melalui Head of Public Policy Google Indonesia, Putri Alam mengungkapkan jika pihaknya selalu menghormati data pengguna.
Google terus mengembangkan teknologi untuk menjaga privasi pengguna dan merupakan core aspek untuk mengembangkan setiap produk.
"Prinsip pertama, kami memahami tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua orang. Karena kebutuhan privasi orang itu berbeda-beda," kata Putri dalam acara Talk Show #JagaPrivasimu di Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).
Dia juga mengatakan jika setiap akun Google memiliki kontrol data, sehingga pengguna bisa mengontrol privasi yang tepat untuk mereka.
"Mereka bisa mengaturnya di Google My Account," katanya.
Kedua, Google terus memperkuat teknologi internal untuk melindungi pengguna dari ancaman keamanan. Salah satunya, dengan Two-factor Authentication.
"Untuk melindungi pengguna dari phishing, Google memberikan fitur Safe Browsing dan enkripsi HTTPS," ujar Putri.
Baca Juga: Jaga Privasi, Pengguna Internet Dituntut Memiliki DQ Setelah IQ dan EQ