Dengan adanya hilirisasi hasil teknologi menuju komersialisasi, maka kata Dimyati akan menghasilkan banyak manfaat yang dapat dirasakan. Diantaranya adalah adanya produk-produk baru yang muncul. Produk-produk baru inilah yang nantinya akan meningkatkan produktivitas industri dan dapat menciptakan lapangan kerja baru yang lebih bernilai tambah tinggi sebagai dasar dari fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.
Untuk mendukung implementasi menuju hilirisasi tersebut, Kemenristekdikti menyediakan instrumen kebijakan pendanaan riset yaitu INSINAS DAN PPTI. INSINAS merupakan bantuan pendanaan riset yang diselenggarakan untuk penguatan Sistem Inovasi Nasional melalui peningkatan sinergi, produktivitas, dan optimalisasi sumberdaya litbang nasional. Sedangkan PPTI merupakan program yang ditujukan untuk meningkatkan relevansi dan produktivitas litbang untuk memenuhi kebutuhan teknologi di industri. Melalui pengembangan teknologi maka akan terciptanya produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.
“Banyak yang telah dihasilkan oleh PPTI dan Insinas berupa purwarupa desain laik industri yang telah teruji di lingkungan sebenarnya dan sebagian telah terkomersialisasikan. Purwarupa desain laik industri yang dihasilkan dari PPTI selama tahun 2016-2018 sebanyak 158 buah. Sedangkan untuk purwarupa skala lab yang dihasilkan dari program INSINAS dari tahun 2015-2018 adalah sebanyak 574 buah,” tutupnya.
Selain pameran, ITD Expo Tahun 2019 juga menyelenggarakan talkshow dari 7 pembicara, antara lain Beno Kunto Pradekso (CEO PT. Solusi 247), Djoko Kuswanto (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Yenny Meliana (Peneliti Puslit Kimia LIPI), Muhammad Yukka Harlanda (CEO PT. Brodo Ganesha Indonesia), Sigit Puspito Wigati Jarot (Ketua Indonesia 5G Forum), Suhono Harso Supangkat (Institut Teknologi Bandung), Yusep Rosmansyah (Institut Teknologi Bandung), Petra Wahjoepramono (Universitas Pelita Harapan), dan Tian Belawati (Universitas Terbuka).
(Gabriel Abdi Susanto)