SYDNEY - Penjualan varian hybrid dari model Toyota RAV4 di Australia sementara dihentikan. Pasalnya, pihak produsen menemukan adanya potensi kerusakan pada sistem rem kendaraan varian hybrid tersebut. Masalah ini memberi kesulitan terbaru pada Toyota yang sudah kewalahan menerima pemesanan tipe RAV4 sehingga berpengaruh pada penundaan pengiriman unit kepada konsumen.
Penghentian sementara penjualan Toyota RAV4 tipe hybrid sendiri sudah berlangsung sejak Jumat (21/6/2019) lalu. Sejauh ini potensi kerusakan pada komponen rem ditemukan pada tipe hybrid dan tidak ada kendala serupa pada varian mesin bensin Toyota RAV4 yang rilis lebih dahulu di Australia. Potensi kecacatan sistem pengereman itu diduga terkait dengan fitur pemulihan tenaga pada mesin tipe hybrid itu.
Toyota sudah menyiapkan langkah antisipasi selain menghentikan sementara penjualan model RAV4. Mereka melakukan pengecekan kepada beberapa unit yang sudah diterima oleh konsumen. Juga, mengetatkan pemeriksaan ulang pada kendaraan yang hendak dikirimkan kepada pembeli untuk menghindari potensi kerusakan lebih lanjut.
Tidak ada langkah atau anjuran untuk para konsumen untuk mengembalikan barang mereka (recall) kepada diler Toyota setempat. Namun, produsen asal Jepang itu secara resmi belum dapat memberi kejelasan mengenai penyebab maupun gejala kecacatan sistem pengereman itu. Pun, dengan batasan waktu penghentian penjualan sementara model kendaraan SUV tersebut.
Toyota RAV4 tipe hybrid di Australia menggunakan mesin berkapasitas 2,5 liter. Produk itu dilepas dengan tiga varian berbeda GX, GXL, dan Cruiser serta memiliki pilihan transmisi manual atau otomatis. Model itu termasuk dari enam jenis kendaraan SUV yang diluncurkan Toyota untuk pasar Australia.
(Mufrod)