Sebagai tambahan, laporan ini juga menyatakan bahwa Waze mengalami peningkatan jumlah pengguna hingga 26% selama musim Ramadan. “Kebiasaan di sini adalah orang-orang akan bergegas pulang ke rumah atau ke tempat makan selama waktu sibuk supaya bisa hadir tepat waktu untuk berbuka puasa dengan keluarga dan teman. Mereka cenderung mencari rute alternatif menghindari kemacetan dan Waze adalah pilihan terbaik. Hal ini menjelaskan mengapa kami memiliki banyak Wazer baru selama Ramadan,” kata Marlin R. Siahaan, Waze Indonesia Country Manager.
Selama Ramadan tahun lalu yang menjadi tiga destinasi utama adalah toko serba ada yang menarik 4.1 juta navigasi, restoran dan outlet makanan siap saji dengan 1.5 juta navigasi, dan warung kopi dengan 391.000 navigasi.
Toko serba ada menjadi tujuan terbanyak, karena orang biasanya membeli makanan ringan atau minuman untuk mereka berbuka puasa saat mereka masih berada di jalan. Restoran siap saji dan warung kopi juga menjadi destinasi populer karena dengan banyaknya cabang dan outlet tersebar di seluruh kota mudah untuk didatangi. Selanjutnya, outlet dengan layanan drive-through terbukti lebih praktis bagi pengemudi.
Konsumsi bahan bakar meningkat akibat bertambahnya orang yang bepergian. Mendekati Hari Idul Fitri merupakan waktu tersibuk pom bensin yang disebabkan oleh budaya “mudik” di Indonesia, bahan bakar lebih banyak dibutuhkan untuk perjalanan jauh, banyak orang pulang kampung atau pergi liburan.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, navigasi pada aplikasi Waze umumnya meningkat selama Idul Fitri, di mana orang-orang mengambil manfaat pergi “mudik” atau berkendara ke tujuan wisata,” Marlin menambahkan.